jakarta

H. Purwanto
Caleg DPRD DKI Jakarta Dapil 8 Jakarta Selatan
 
 

Kampung Silat Beksi, Potensi Wisata Berbasis Budaya

Kampung Silat Beksi yang rencananya akan didirikan oleh Sanggar Sanggar Seni Budaya Topeng Blantik Fajar Ibnu Sena di Petukangan, dapat menjadi salah satu destinasi wisata di Jakarta Selatan.

Demikian dikatakan Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marulla Matali, saat menerima audiensi Seni Budaya Topeng Blantik Fajar Ibnu Sena di Ruang Rapat Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kamis (17/1). "Pencak Silat Beksi yang terkenal dari Petukangan akan dijadikan Kampung Silat Beksi. Ini sebagai embrio paling tidak Pencak silat banyak diakui orang, tapi ide yang dilakukan hari ini, perlu dikaji dengan baik lagi," ujarnya.

Marullah menuturkan, kajian yang baik memang sangat diperlukan agar dapat menjadikan Kampung Silat Beksi sebagai salah satu pariwisata berbasis budaya. "Kajian nya tidak sekedar satu atau dua tahun saja. Pariwisata yang berbasis budaya harus dimunculkan hal-hal yang bersifat keaslian," terangnya.

Sementara Ketua Rombongan Sanggar Seni Budaya Topeng Blantik Fajar Ibnu Sena Abdul Azis, mengatakan, pihaknya ingin keberadaan Kampung Silat Beksi dapat dilegalisasikan "Kedatangan kami beraudiensi akan membuat kampung wisata atau sejarah yang mengambil kebudayaan yang sangat menonjol yaitu Silat Beksi," pungkasnya.

Tentang Silat Beksi

Silat Beksi adalah salah satu aliran silat khas Betawi. Aliran ini awalnya dikembangkan oleh masyarakat dari daerah Kampung Dadap, kecamatan Kosambi, Tangerang. Penemu aliran ini adalah Lie Tjeng Hok (1854-1951), seorang keturunan Tionghoa dari keluarga petani yang nenek moyangnya diperkirakan berasal dari Amoy (Xiamen), Tiongkok.

Lie Tjeng Hok menggabungkan ilmu beladiri keluarganya dengan ilmu dari guru-guru Betawinya, dan mengajarkannya kepada para muridnya orang Betawi pesisir dan orang Tionghoa benteng di sekitar Kampung Dadap. Di kemudian hari, aliran silat ini juga menyebar ke daerah Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, dan daerah Batujaya, Batuceper, Tangerang.

Sumber: selatan.jakarta.go.id, Wikipedia

21.01.2019
medi
140

Share Content

Tagged under

© 2018 H. PURWANTO